Denny Siregar Tepis Tudingan Bela Jokowi Bukan Karena Ada Jatah Komisaris | Kaweellop.com Denny Siregar Tepis Tudingan Bela Jokowi Bukan Karena Ada Jatah Komisaris

Denny Siregar Tepis Tudingan Bela Jokowi Bukan Karena Ada Jatah Komisaris

 Media Sosial  Media Sosial 

Tangkap layar akun twitter Denny Siregar.



KAWEELLOP.com - Denny Siregar diprediksi oposisi akan terus membela pemerintah agar dilirik Presiden Jokowi dan diberikan hadiah kursi komisaris BUMN. Kontan saja, Denny langsung buka suara terkait sikapnya yang selalu mendukung Presiden Jokowi dan membungkam kubu oposisi. Ia menegaskan bahwa motif dirinya melakukan hal tersebut bukan untuk mendapatkan jabatan komisaris di perusahaan BUMN. "Gua selalu disindir-sindir kalau ada yang jadi komisaris. Seolah-olah jabatan komisaris itu pencapaian tertinggi. Mereka tidak pernah paham, pencapaian tertinggi gua bukan dari sisi materi, tapi bagaimana kelak gua meninggalkan anak gua negeri yang aman untuk dia tinggali," cuitnya denny Siregar di Twitter pribadi, Senin (25/1/2021).
 


Sambungnya, "Sekali berarti, lalu mati," katanya. "Melawan orang-orang dengan tujuan materi, itu mudah. Kasih jabatan dan uang, selesai sudah. Yang sulit itu melawan orang-orang ideologis, yang menganggap apa yang mereka perbuat di dunia adalah bekal mereka di surga. Dunia ini enggak ada artinya bagi mereka. Melawan mereka harus berpikir seperti mereka," ujarnya. 

Selainn dikenal sebagai pendukung Presiden Jokowi, Denny Siregar juga dikenal aktif melawan paham-paham radikalisme. Oleh sebab itu, sempat ada kabar DS akan menutup akun Twitter pribadinya pasca-pemerintah membubarkan dan melarang segala kegiatan Front Pembela Islam (FPI).

  Kala itu Denny Siregar mengucapkan terima kasih kepada Twitter yang selama ini sudah menyediakan ruang untuk melakukan 'perang narasi.' Denny mengaku akan kembali menulis panjang setelah rehat dari kicauan di dunia maya. "Berakhir dengan bubarnya FPI, rasanya saya juga berpikir untuk berhenti. Terima kasih @TwitterID sudah menyediakan ruang perang narasi. Saya akan kembali menulis panjang lagi," cuit @Dennysiregar7.
 


Sebagaimana diketahui, pemerintah resmi menghentikan seluruh kegiatan FPI. Larangan tersebut tertuang dalam keputusan bersama menteri. Dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) enam menteri itu, di antaranya menyatakan FPI sebagai organisasi terlarang. 

Pemerintahh melarang dilakukannya kegiatan, penggunaan simbol dan atribut FPI dalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apabila terjadi pelanggaran sebagaimana diuraikan dalam diktum tersebut, aparat penegak hukum akan menghentikan seluruh kegiatan yang sedang dilaksanakan oleh FPI.


 

Editor : Anita
Previous Post Next Post