Politikus PDIP: Enggak Ada Yang Boleh Mengintervensi Hukum, Menarik Presiden ke Kasus Novel Baswedan adalah Lebay

Anggota Komisi III Fraksi PDIP: Masinton Pasaribu

KAWEELLOP.com - Politikus PDI Perjuangan sekaligus anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu menganggap berlebihan jika presiden sampai harus intervensi kasus Novel Baswedan.

Masinton Pasaribu, politikus PDI Perjuangan sekaligus anggota Komisi III DPR RI, mengimbau agar semua menghormati jalannya proses persidangan. Menurutnya, energi Presiden Jokowi sudah habis menangani COVID-19, jadi jangan menarik-narik kasus ini ke tangan presiden.


“Presiden fokus yang lain dan enggak mungkin presiden boleh mengintervensi proses hukum. Menarik presiden ke ranah ini menjadi lebay,” kata Masinton Pasaribu.


Kuasa hukum Novel Baswedan, Saor Siagian, mengatakan ultimatum Presiden Jokowi berjasa membuat pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan segera ditangkap.


“Andaikan presiden tidak memberikan ultimatum, apakah ada persidangan yang akan terjadi, problemnya apakah persidangan ini benar atau sandiwara. Jangan tanggung-tanggung presiden,” ujar Saor.

Masinton Pasaribu, politikus PDI Perjuangan sekaligus anggota Komisi III DPR RI, mengimbau agar semua menghormati jalannya proses persidangan. Menurutnya, energi Presiden Jokowi sudah habis menangani COVID-19, jadi jangan menarik-narik kasus ini ke tangan presiden.

“Presiden fokus yang lain dan enggak mungkin presiden boleh mengintervensi proses hukum. Menarik presiden ke ranah ini menjadi lebay,” kata Masinton Pasaribu.


Kuasa hukum Novel Baswedan, Saor Siagian, mengatakan ultimatum Presiden Jokowi berjasa membuat pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan segera ditangkap.



“Andaikan presiden tidak memberikan ultimatum, apakah ada persidangan yang akan terjadi, problemnya apakah persidangan ini benar atau sandiwara. Jangan tanggung-tanggung presiden,” ujar Saor.




Sumber: NarasiTV