Khilafah dan Jihat Dihapus, Fahri Hamzah: Pemerintah Sedang Memancing Keonaran

  Politik  




KAWEELLOP.com - Surat Kementerian Agama tentang resmi dihapusnya pembahasan pemerintahan Khilafah dan Jihat dari Kurikulum Madrasah beredar di media sosial. Hal ini di tanggapi serius oleh Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

“Setahu saya, Dalam sejarah Indonesia, kata “PKI” dan “Komunis” tidak pernah dilarang. Padahal PKI pernah mendalangi tragedi kebangsaan berkali-kali dan diinspirasi oleh komunisme sebagai ideologi. PKI itu nyata, ada dan pernah berkuasa dan menentukan arah bangsa. @Kemenag_RI,” kata Fahri melalui akun @fahrihamzah. Minggu (08/12/2019).





Menurut Fahri Pemerintah seharusnya menjadi fasilitator yang dapat memberikan edukasi politik diruang publik. Bukan malah mempertontonkan keleluasaan kekuasaanya. Jika isi surat yang beredar adalah benar maka, pemerintah sedang memancing pertengkaran dan keonaran antar kaum sekuler dan pancasilais.

“Begitulah seharusnya, negara memfasilitasi kebebasan untuk berdebat dan mendewasakan ruang publik. Ruang publik harus diisi oleh pikiran dan cinta. Jangan diisi oleh doktrin dan kekuasaan karena bikin mual dan muak. Negara jangan main belakang seperti kelakuan yg berkembang.” ujarnya.


“Kalau betul negara ingin menghilangkan sejarah “khilafah” dan “jihad” dalam kurikulum nasional maka sebentar lagi kita akan bertengkar oleh penggunaan keluasaan lewat belakang terhadap kurikulum nasional. pemerintah ini bisa dituduh pembuat onar dan kekacauan. @Kemenag_RI.” (Red).










Khilafah dan Jihat Dihapus, Fahri Hamzah: Pemerintah Sedang Memancing Keonaran Khilafah dan Jihat Dihapus, Fahri Hamzah: Pemerintah Sedang Memancing Keonaran Reviewed by Redaksi Kaweellop on December 08, 2019 Rating: 5
Powered by Blogger.